Farah.ID
Farah.ID

Puan Maharani Desak Insiden Tewasnya 4 Prajurit TNI di Papua Diusut Tuntas

LAPORAN: RAIZA ANDINI
  • Jumat, 03 September 2021, 17:54 WIB
Puan Maharani Desak Insiden Tewasnya 4 Prajurit TNI di Papua Diusut Tuntas
Ketua DPR RI, Puan Maharani/Net
Empat prajurit TNI gugur di Distrik Aifat pada Selasa (2/9). Adapun empat prajurit yang gugur tersebut yakni Komandan Pos Koramil Kisor Letnan Satu CHB Dirman, Sersan Dua Ambrosius Yudiman, Praka Mohammad Dirhamsyah, dan Pratu Zul Ansari Anwar.

Mereka diduga ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Selain empat prajurit TNI yang gugur, akibat serangan itu dua prajurit mengalami luka berat. Mereka yang luka berat ini adalah Sersan Satu Juliano dan Prajurit Satu Ikbal.

Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan rasa bela sungkawa mendalam kepada keluarga empat anggota TNI yang gugur dalam tugas di Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat.

“Ini duka bagi seluruh bangsa Indonesia. Saya ikut berbela sungkawa mendalam untuk keluarga para prajurit TNI yang gugur saat bertugas di Distrik Aifat,” kata Puan, Jumat (3/9).

Puan mendesak pemerintah dan aparat keamanan mengusut tuntas insiden penyerangan di Pos Koramil Kisor di Kampung Kisor, Distrik Aifat.

"Saya meminta pemerintah dan aparat keamanan segera mengusut tuntas dan menangani insiden ini,” tegas Puan.

Mantan Menko PMK ini menegaskan, pengusutan insiden itu harus mencakup identifikasi persoalan dan pencegahan yang menyeluruh. Dengan demikian, kata Puan, kejadian serupa tak terulang.

“Jangan sampai rakyat dan prajurit-prajurit kita terus menjadi korban, sehingga istri dan anak-anak mereka harus kehilangan suami dan ayah,” ujarnya.

Menurutnya, keamanan dan stabilitas di Papua dan Papua Barat harus terus menjadi prioritas, apalagi sebentar lagi ada hajatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021.

Tanpa hajatan itu sekalipun, pembangunan yang merata hanya akan bisa terwujud dan dinikmati manfaatnya oleh rakyat bila stabilitas dan keamanan lebih dulu terjadi.

“Aparat keamanan dan aparatur pemerintahan harus mampu merangkul rakyat, dekat dengan rakyat, untuk bersama-sama menciptakan keamanan dan kedamaian,” tutupnya.

ARTIKEL LAINNYA