Farah.ID
Farah.ID

Setara Institute: Cap Teroris Pada KKB Berpotensi Pelembagaan Rasisme

LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Jumat, 30 April 2021, 00:23 WIB
Setara Institute: Cap Teroris Pada KKB Berpotensi Pelembagaan Rasisme
Ilustrasi rasisme/Net
Keputusan pemerintah memberikan label teroris kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tidak tepat dan memunculkan stigma rasial bagi masyarakat Papua.

Begitu Ketua SETARA Institute, Hendardi, menanggapi keputusan pemerintah mengenai KKB yang baru-baru ini menembak Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Papua, Brigjen I Gusti Putu Danny Nugraha Karya, dalam kontak tembak yang terjadi di di Kampung Dambet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua pada Minggu (25/4).

"Pelabelan terorisme membuka terjadinya pelembagaan rasisme dan diskriminasi berkelanjutan atas warga Papua secara umum, mengingat tidak jelasnya definisi siapa yang dinyatakan teroris," ujar Hendardi kepada redaksi Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (29/4).

Disamping itu, Hendardi juga menilai cap teroris kepada KKB bukanlah cara yang tepat dalam menyelesaikan persoalan yang terjadi di Papua selama ini. Justru menurutnya, pemerintah akan semakin sulit dalam menghadapi gejolak yang ada di Papua akibat keputusan tersebut.

"Pilihan Jokowi melabeli KKB Papua sebagai teroris dan dampak lanjutan yang akan terjadi, akan menutup kesempatan Jokowi dan pemerintah untuk membangun Papua secara humanis, sebagaimana yang dijanjikannya dalam berbagai kesempatan," tuturnya.

Justru, lanjut Hendardi, pilihan realistis bagi penyelesaian konflik di Papua adalah dengan cara damai, yaitu dengan mulai bersepakat untuk menghentikan permusuhan, membangun dialog dan susun skema-skema pembangunan yang disepakati.

"Revisi UU Otonomi Khusus Papua bisa menjadi momentum mendialogkan isu-isu krusial Papua, termasuk soal penanganan pelanggaran HAM di Papua dan Papua Barat," demikian Hendardi.
EDITOR: AHMAD SATRYO

ARTIKEL LAINNYA