FKPT: Generasi Milenial Yang Terpapar Radikal Terorisme Sudah Meluas Di Banten

Ketua Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Banten, Amas Tajuddin/RMOLBanten

Dua peristiwa besar ditandai dengan aksi peledakan bom bunuh diri pasangan suami istri berinisial L dan YFS di depan gereja Katedral Makassar, pada Minggu lalu (28/3) disusul teror seorang perempuan di Mabes Polri, Jakarta terus menuai sorotan hingga ke berbagai daerah di Indonesia.

Ketua Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Banten, Amas Tajuddin menilai, serangan teroris di Mabes Polri yang menyeret identitias perempuan bukti nyata bahwa kelompok radikal terosisme bukan rekayasa. Kini, mereka telah menyasar semua kelompok termasuk usia muda atau milenial.

"Pelaku serangan teroris itu telah teridentifikasi perempuan kelahiran tahun 1995. Masuk generasi milenial telah terpapar radikal terorisme, diduga jaringan jihadis nusantara yang berafiliasi kepasa kelompok pejuang khilafah," kata pria yang akrab siapa Amas diberitakan Kantor Berita RMOLBanten, Kamis (1/4).

Bahkan Amas menegaskan, kelompok yang memiliki paham serta gerakan radikal mengarah kepada tindakan terorisme kini telah tumbuh dan meluas hampir di seluruh daerah di Banten.

"Para pengasong khilafah berafiliasi ke ISIS berasal dari organisasi terlarang maupun individual, sudah tersebar meluas dan sangat memprihantikan, termasuk generasi milenial terpapar intoleran radikal terorisime meluas di Banten," katanya.

Apalagi, jelas Amas, di era digitalisasi kelompok ini terus melakukan propaganda dengan berbagai dalih serta menyusup ke berbagai kelompok dan organisasi masyarakat (Ormas).

"Itu terbuka melalui situs-situs mereka merekrut simparisan penuang khilafah yang berujung pada radikal terosisme," tegasnya.

Sebab itu, Amas medorong aparat penegak hukum tidak ragu melakukan tindakan tegas bukan hanya ke sipil, melainkan seluruh jaringan teror berafiliasi dengan ISIS di institusi pemerintahan.

"Kepada siapa pun yang sudah terindikasi terpapar seringkali ditemukan juga di kelompok ASN, pegawai pemerintah, BUMN dan Kementerian," tegas Amas.

Di sisi lain, Amas menekankan kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh kelompok radikal terorisme yang kerap kali terlihat menebar ujaran kebencian kepada pemerintah serta tokoh-tokoh ormas yang moderat berdasarkan idiologi Pancasila.

"Orang tua agar senantiasa mengawasi putra-putrinya dalam bermedia sosial dan online agar tidak terpapar paham teroris," lanjutnya.

Terakhir, Amas mengingatkan pimpinan partai politik serta aktivis partai politik agar tidak menyebarkan provokasi intolernasi paham khilafah dan anti-Pancasila,

"Jangan sampai mereka memanipulasi narasi dalil agama untuk tujuan meraih kekuasaan politik dan partai," tandas Amas.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Di Cileungsi, Mobil Box Parkir Ditabrak Mobil Box

Selasa, 20 April 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Reshuffle Kabinet: Inisial M dan Sowannya Nadiem ke Megawati

Kamis, 22 April 2021

Artikel Lainnya

KSAL: KRI Nanggala 402 Dalam Kondisi Baik Dan Layak Tempur
Keamanan

KSAL: KRI Nanggala 402 Dalam..

22 April 2021 14:21
Pencarian Nanggala 402, TNI AL Dirikan Crisis Center Di Surabaya Dan Banyuwangi
Keamanan

Pencarian Nanggala 402, TNI ..

22 April 2021 13:42
Bersama KSAL, Panglima TNI Tinjau Langsung Pencarian Nanggala-402
Keamanan

Bersama KSAL, Panglima TNI T..

22 April 2021 10:24
19 Orang Jadi Target Pembunuhan KKB, TNI-Polri Langsung Siaga Patroli Di Ilaga
Keamanan

19 Orang Jadi Target Pembunu..

21 April 2021 14:41
Sebagai Prajurit Profesional, Wanita TNI Memiliki Peran Ganda
Keamanan

Sebagai Prajurit Profesional..

21 April 2021 12:37
Telan Anggaran Rp100 Miliar, TNI AD Bangun Penjara Super Canggih
Keamanan

Telan Anggaran Rp100 Miliar,..

20 April 2021 20:59
Prajurit TNI AD Yang Membelot Jadi KKB Bawa Kabur 70 Peluru 5,56 MM
Keamanan

Prajurit TNI AD Yang Membelo..

20 April 2021 20:09
Panglima TNI: Kerjasama Pertahanan Indonesia-Singapura Perlu Tetap Dijaga
Keamanan

Panglima TNI: Kerjasama Pert..

20 April 2021 17:19