Kapal China Masuk RI Lagi, Komitmen Pemerintah Tingkatkan Kapabilitas Alutsista Dipertanyakan

Peneliti Marapi Advisory & Consulting Bidang Keamanan dan Pertahanan, Beni Sukadis, dalam acara World View Kantor Berita POlitik RMOL/Repro

Komitmen pemerintah meningkatkan kapabilitas alutsista pertahanan negara dipertanyakan Peneliti Marapi Advisory & Consulting Bidang Keamanan dan Pertahanan, Beni Sukadis.

Pasalnya, satu kapal asing yang berasal dari negara China kembali memasuki perairan Indonesia dan melintasi perairan Selat Sunda pada Rabu malam (13/1).

Dalam diskusi virtual World View yang diselenggarakan Kantor Berita Politik RMOL, Beni menyinggung soal komitmen pemerintah meningkatkan kapasitas dan kualitas alutsista kemanan Indonesia.

Sebab, Beni melihat secara perundang-undangan, regulasi peningkatan kapabilitas alutsista untuk Indonesia sudah lengkap. Yakni tertuang di dalam Undang-undang (UU) 16/2012 tentang Industri Pertahanan.

Dalam UU tersebut, sesuai Pasal 43 ayat (1) disebutkan, pengguna (dalam hal ini TNI) wajib menggunakan alat atau peralatan pertahanan dan keamanan produksi dalam negeri.

Jika pun tidak memungkinkan, maka diperbolehkan membeli dari luar negeri melalui mekanisme proses langsung antar pemerintah (G to G) dengan melibatkan industri pertahanan di dalam negeri.

Selain itu, Kementerian Pertahanan  juga telah memiliki aturan lebih detil terkait pelaksanaan pengadaan alat utama sistem senjata (Alutsista) di Lingkungan Kementerian Pertahanan dan TNI, berdasarkan Permenhan 17/2014.

"Berbicara regulasi dalam peningkatan kapabilitas sudah ada. Program hilirisasi pembelian alutsista itu ada di kebijakan Permenhan. Dari sisi regulasi, peningkatan program alutsista sudah ada semua, jadi lengkap," ujar Beni Senin (18/1).

"Kemudian juga kita punya undang-undang 16 tahun 2012, yang bagaimana mendorong untuk bisa meningkatkan kapabilitas dengan cara mandiri membeli dari dalam negeri," sambungnya.

Namun, kejadian masuknya kapal China yang diidentifikasi bernama Xiang Yang Hong 03, seharusnya menjadi satu bahan evaluasi untuk pemerintah mengembangkan kembali alutsista di dalam negeri, dan tidak bergantung pada pembelian dari luar negeri.

Karena menurut Beni, kapal China yang masuk tersebut diketahui mematikan sistem identifikasi otomatis (Automatic Identification System/AIS) kapal, sehingga tidak terdeteksi oleh penegak hukum saat memasuki perairan Indonesia.

"Tinggal pelaksanaannya ini yang menurut saya gap-nya masih jauh. Mungkin fity-fifty begitu. Karena target regulasi atau peningkatan kapabilitas sudah lengkap, tinggal dari kemauan atau political will dari politik atau pemerintah saat ini, entah dari kementerian pertahanan atau presiden," ungkap Beni.

Seperti yang saya bilang tadi, mana yang prioritas, penting. Menurut saya yang terpenting adalah bagaimana membeli alat deteksi atau radar yang bisa meningkatkan kapabilitas patroli melalui kapal maupun udara," tambahnya.
EDITOR: AHMAD SATRYO

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

KKB-OPM Papua Dinilai Layak Dikategorikan Teroris
Keamanan

KKB-OPM Papua Dinilai Layak ..

07 Maret 2021 23:56
Kapen Kogabwilhan III Pastikan Korban Kontak Tembak Di Sugapa Adalah KSB Papua
Keamanan

Kapen Kogabwilhan III Pastik..

07 Maret 2021 22:52
Jenazah Kopda Anumerta Dedy Irawan Dimakamkan Di TMP Taman Bahagia Riau
Keamanan

Jenazah Kopda Anumerta Dedy ..

03 Maret 2021 14:38
Marsekal Hadi Terima Kunjungan Letjen Suryo Prabowo
Keamanan

Marsekal Hadi Terima Kunjung..

02 Maret 2021 21:09
Cetak Sniper Terbaik, Yontaifib TNI AL Gelar Latihan Menembak
Keamanan

Cetak Sniper Terbaik, Yontai..

01 Maret 2021 23:18
Satu KSB Meninggal Usai Kontak Senjata Dengan TNI Di Intan Jaya
Keamanan

Satu KSB Meninggal Usai Kont..

28 Februari 2021 12:59
TNI AL Berangkatkan KRI Sultan Iskandar Muda Bawa Kontingen Garuda XXVIII-M Laksanakan Misi Perdamaian Dunia Ke Lebanon
Keamanan

TNI AL Berangkatkan KRI Sult..

27 Februari 2021 23:31
TNI AL Lanal Dumai Tangkap Penumpang Speed Tambang Bawa Narkoba Jenis Sabu
Keamanan

TNI AL Lanal Dumai Tangkap P..

27 Februari 2021 18:18