Walau Akan Terkena Penalti, Pembatalan Proyek KFX/IFX Membuat Indonesia Tidak Bisa Didikte Negara Lain

Prototype jet tempur KFX/IFX/Net

Pemerintah Indonesia kemungkinan akan menghentikan proyek bersama jet tempur dengan Korea Selatan, Korea Fighter Experiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX).

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam salah satu rapat dengan Komisi I DPR RI beberapa lalu, jika mengutip pernyataan dari Wakil Ketua Komisi I DPR Ri Abdul Kharis Almasyhari dalam diskusi virtual "Obrolan Bareng Bang Ruslan" yang digelar Kantor Berita Politik RMOL pada Selasa lalu (6/10).

Menanggapi hal tersebut, Guru Besar Politik dan Keamanan Universitas Padjajaran, Profesor Muradi mengatakan Indonesia pada dasarnya dapat memutuskan pembatalan secara sepihak.

"Namun karena gagal bayar dan sebagainya, kita bisa terkena penalti," ujar Muradi dalam diskusi virtual RMOL World View bertajuk "Persimpangan Jalan Proyek Persahabatan Jet Tempur KFX/IFX" pada Senin (12/10).

Meski begitu, Muradi mengatakan, jika mempertimbangkan kebutuhan dan untung-rugi, Indonesia lebih baik membayarkan penalti terseut.

"Kalau orang sudah tidak lagi nyaman kan sudah tidak enak ya. Udah nyaman, hasilnya ga nyaman," sambung dia.

Selain pinalti, Muradi juga mengatakan, citra Indonesia mungkin akan sedikit tercoreng karena dianggap kurang bertanggung jawab. Terlebih, Indonesia juga pernah batal melakukan beberapa kerja sama pertahanan karena kurangnya biaya.

Walaupun demikian, jika melihat agresifitas yang dilakukan oleh Korea Selatan saat ini, Muradi mengatakan pilihan untul pembatalkan layak untuk dipertimbangkan secara matang.

"Kalau ditanya apakah akan ada masalah? Iya memang pasti ada, akan ada pinalti. Tapi ke depan kita punya situasi yang sebenarnya tidak bisa didikte oleh orang lain," tegasnya.

Pasalnya, Korea Selatan saat ini seakan seperti "debt collector" yang terus menagih utang terkait proyek tersebut. Sementara sejak awal, Muradi menyebut, Indonesia telah menjelaskan posisi keuangan yang dimiliki.

Kolom Komentar


Video

Gempa Mamuju, Ustad Das\'ad Latif Nyaris Jadi Korban

Jumat, 15 Januari 2021
Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021

Artikel Lainnya

Dirjen Imigrasi Batasi WNA Masuk Indonesia Sampai 25 Januari
Keamanan

Dirjen Imigrasi Batasi WNA M..

15 Januari 2021 19:31
Masyarakat Perlu Pahami Kewaspadaan Nasional Dalam Menghadapi Kemajuan Teknologi
Keamanan

Masyarakat Perlu Pahami Kewa..

15 Januari 2021 06:33
Perkuat Kemandirian Pertahanan Menuju Indonesia Tangguh Jadi Agenda Utama Rapim Kemhan 2021
Keamanan

Perkuat Kemandirian Pertahan..

13 Januari 2021 17:52
Listyo Sigit Dinilai Penuhi Syarat Sebagai Kapolri, Begini Analisa Nuning Kertopati
Keamanan

Listyo Sigit Dinilai Penuhi ..

13 Januari 2021 14:04
Yon Taifib I Terjunkan 41 Penyelam Dalam Misi Pencarian SJ-182
Keamanan

Yon Taifib I Terjunkan 41 Pe..

13 Januari 2021 07:24
Panglima TNI: Lokasi Penemuan FDR Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Sesuai Perkiraan
Keamanan

Panglima TNI: Lokasi Penemua..

13 Januari 2021 00:17
Peneliti Lesperssi: Indonesia Harus Segera Ukur Batas Laut Teritorial Dari Karang Singa Sebelum Diklaim Negara Tetangga
Keamanan

Peneliti Lesperssi: Indonesi..

12 Januari 2021 16:46
Pesawat MAF Dibakar KKB Di Intan Jaya, Pilot Dan Penumpang Selamat
Keamanan

Pesawat MAF Dibakar KKB Di I..

07 Januari 2021 17:16