Jika Tidak Memenuhi Kebutuhan, Indonesia Perlu Pertimbangkan Pembatalan Proyek KFX/IFX

Guru Besar Bidang Politik dan Keamanan Universitas Padjajaran (Unpad), Profesor Muradi/RMOL

Proyek bersama antara Indonesia dan Korea Selatan terkait jet tempur Korea Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX) perlu dipertimbangkan untuk dibatalkan jika memang tidak memenuhi kebutuhan dan tidak nyaman dengan kerja sama yang dibuat.

Begitu yang disampaikan oleh Guru Besar Bidang Politik dan Keamanan Universitas Padjajaran (Unpad), Profesor Muradi dalam diskusi virtual RMOL World View bertajuk "Persimpangan Jalan Proyek Persahabatan Jet Tempur KFX/IFX" pada Senin (12/10).

Prof Muradi menyampaikan, ada beberapa alasan yang membuat Indonesia dapat membatalkan proyek pengembangan yang disepakati pada era Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.

"Pertama tidak menguntungkan... Kalau boleh milih, saya akan ambil teknologi yang lebih baik, lebih murah," ujar Prof Muradi.

Selanjutnya, menurut Prof Muradi, Korea Selatan tampak "rewel" dengan terus mendesak Indonesia.

Selain itu, dalam kerja sama tersebut, Indonesia terbebani untuk ikut memasarkan KFX/IFX yang baru dirilis pada 2026. Pasalnya, dengan generasi 4.5, akan sulit untuk menjual produk tersebut yang saat ini pun sudah memiliki teknologi generasi 5.0.

"Itu yang akan jadi beban Indonesia, karena produknya tidak lagi marketable," sambungnya.

Terlebih, teknologi yang dimiliki oleh Korea Selatan sendiri berasal dari Amerika Serikat. Sehingga ada beberapa hal yang tidak diberikan oleh Korea Selatan dalam kerangka kerja sama transfer of technology (ToT).

Menurut Prof Muradi, jika Indonesia sudah tidak nyaman dengan kerja sama proyek KFX/IFX tersebut, maka hasilnya pun tidak akan maksimal. Sehingga, pemerintah perlu mempertimbangkan pembatalan proyek tersebut.

"Kalau orang sudah tidak nyaman, ya hasilnya tidak nyaman. Sebagai pembeli, yang penting kebutuhan," tandasnya.

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

TNI Papua Konsisten Perang Melawan Corona
Keamanan

TNI Papua Konsisten Perang M..

26 Oktober 2020 17:44
Puluhan Prajurit TNI Konvoi Motor Berbagi Sembako Di Salatiga
Keamanan

Puluhan Prajurit TNI Konvoi ..

26 Oktober 2020 07:24
Panglima TNI Mutasi 47 Perwira Tinggi, Letjen Joni Supriyanto Jadi Kabais
Keamanan

Panglima TNI Mutasi 47 Perwi..

22 Oktober 2020 09:44
Beni Sukadis: Pelibatan TNI Tangkal Terorisme Rancu
Keamanan

Beni Sukadis: Pelibatan TNI ..

21 Oktober 2020 14:16
Marsekal Hadi Tjahjanto Terima Laporan Kenaikan Pangkat 35 Pati TNI
Keamanan

Marsekal Hadi Tjahjanto Teri..

21 Oktober 2020 13:37
Kapuspen TNI: Jangan Ragukan Sinergitas TNI-Polri
Keamanan

Kapuspen TNI: Jangan Ragukan..

20 Oktober 2020 22:53
Banyak Marinir Saat Aksi Setahun Jokowi, Jakarta Bebas Api
Keamanan

Banyak Marinir Saat Aksi Set..

20 Oktober 2020 19:30
Mahasiswa Mulai Bakar Ban Di Patung Kuda
Keamanan

Mahasiswa Mulai Bakar Ban Di..

20 Oktober 2020 14:52