Peretasan Akun Twitter Tokoh Dunia Bisa Bawa Pengaruh Buruk Ekonomi AS, Pelakunya Ternyata Masih Remaja

Ilustrasi Peretas/Net

Biro Penyelidikan Federal AS (FBI) bekerja sama Agen Rahasia AS dan dengan lembaga penegak hukum negara bagian Florida telah menangkap peretas akun tokoh besar di Twitter pada Jumat (31/7). Pelaku adalah  Graham Ivan Clark, yang baru berusia 17 tahun. Ia ditangkap di apartemennya.

Jaksa Agung Negara bagian Hillsborough mengapresiasi semua pihak yang telah membantu penangkapan peretas bermodus penipuan bitcoin itu.

"Ia (Clark) ditangkap di apartemennya di Tampa. Saya mengapresiasi para penegak hukum setempat, FBI, IRS, dan Agen Rahasia AS karena telah mengungkap dan mengidentifikasi pelaku penipuan bitcoin itu," kata Andrew Warren, seperti dikutip The Verge, Sabtu (1/8).

Clark diduga telah memanipulasi karyawan Twitter dengan metode social engineering. Clark menghadapi lebih dari 30 dakwaan, termasuk penipuan berencana, pencurian identitas, tindak peretasan, dan penyalahgunaan informasi.

"Ia tak hanya memperoleh jumlah uang yang sangat besar, tapi juga dapat membawa pengaruh buruk terhadap ekonomi di Amerika karena ia memiliki akses ke akun Twitter politisi maupun publik figur lainnya," kata Warren.

Dua tersangka lainnya, Nima Fazeli (22 tahun) asal Orlando dan Mason Sheppard (19 tahun) asal Inggris juga telah ditangkap.

Sheppard dan Fazeli menggunakan SIM untuk memverifikasi kriptokurensi Coinbase agar dapat mengambil alih sejumlah akun untuk mengunggah kicauan berisi penipuan bitcoin, menurut laporan Biro Penyelidikan Federal AS ( FBI).
 
Setelah diambil alih, mereka meminta follower akun-akun yang dibajak tersebut untuk mendonasikan bitcoin ke alamat-alamat wallet yang tercantum, dengan iming-iming akan dikembalikan dalam jumlah dua kali lebih besar.

Twitter mengakui ada rentetan kasus peretasan di platform miliknya. Hingga saat ini, Twitter pun masih terus melakukan investigasi bersama aparat penegak hukum. Pihak Twitter mengapresiasi kerja aparat penegakan hukum.
 
"Kami mengapreasiasi langkah cepat yang dilakukan oleh para penegakan hukum dalam menyelidiki kasus ini. Kami akan terus bekerja sama untuk terus menginvestigasi dan memberikan informasi terbaru secara transparan dan berkala," tulis Twitter.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Pendemi Covid-19, Ilhami Sari Rogo Wujudkan Agrowisata Unila dan Hortipark Pesawaran

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Sari Rogo Dan Kerikil Agrowisata Unila

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Anies Baswedan Positif Covid-19

Selasa, 01 Desember 2020

Artikel Lainnya

Aksi Mahasiswa Papua Di Monas, Peringati Kemerdekaan Papua Barat
Keamanan

Aksi Mahasiswa Papua Di Mona..

01 Desember 2020 15:26
Pasukan Khusus TNI Telah Diterbangkan Bantu Satgas Tinombala Tumpas MIT
Keamanan

Pasukan Khusus TNI Telah Dit..

01 Desember 2020 14:33
Gus Nabil PDIP Minta Polisi Terbuka Soal Insiden Pembunuhan Di Sigi
Keamanan

Gus Nabil PDIP Minta Polisi ..

28 November 2020 22:21
Setara Institute Minta Satgas Tinombala Optimal Buru Kelompok MIT
Keamanan

Setara Institute Minta Satga..

28 November 2020 19:15
Forum Satu Bangsa Minta Polisi Usut Dugaan Pembakaran Gereja Dan Pembunuhan Di Sigi
Keamanan

Forum Satu Bangsa Minta Poli..

28 November 2020 12:48
KKB Kembali Serang TNI, Tiga Prajurit Terluka Dan Diangkut Helikopter
Keamanan

KKB Kembali Serang TNI, Tiga..

27 November 2020 03:31
Harapan Tokoh Papua: Pangdam Baru Harus Tindak Tegas Pengacau Keamanan
Keamanan

Harapan Tokoh Papua: Pangdam..

24 November 2020 03:24
Penurunan Baliho Habib Rizieq Direstui Panglima, Tapi Tidak Ada Perintah Langsung
Keamanan

Penurunan Baliho Habib Rizie..

24 November 2020 02:55