Penyebab Jet Tempur BAE Hawk 200 Jatuh Harus Diinvestigasi Menyeluruh

Pesawat tempur jenis BAE Hawk 200 jatuh di Kampar, Riau

Jatuhnya pesawat tempur jenis BAE Hawk 200 dengan nomor registrasi TT-0209 bisa dipengaruhi beberapa faktor. Oleh karena itu, butuh investigasi mendalam dan menyeluruh guna mencari kepastiannya.

Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengatakan bahwa faktor kecelakaan bisa dipengaruhi oleh cuaca maupun human error. Selain itu, faktor yang kerap kali menjadi spekulasi adalah pemeliharaan dan perawatan pesawat.

"Alutsista kita ini tentunya sudah melalui uji kelayakan kemudian dioperasikan oleh personel yang kompeten, sehingga kemudian kita harus bicara soal bagaimana perawatan dan pemeliharaannya," kata Fahmi, Selasa (17/6).

Dia menuturkan, perawatan sangat berkaitan dengan kesiapan alutsista untuk digunakan sewaktu-waktu. Sedangkan pemeliharaan berkaitan dengan kemampuan alutsista bisa dioperasionalkan dengan optimal dan efektif.

"Tentu itu yang bisa kita pertanyakan sebelum kemudian kita melihat bagaimana kesimpulan nanti dari hasil investigasi," jelas Fahmi.

Atas dasar itu, perlu dipastikan apakah pesawat tersebut dalam kondisi siap tempur saat terbang atau tidak. Selanjutnya bisa berlanjut kepada investigasi lebih dalam.

Pesawat tempur milik TNI Angkatan Udara mengalami kecelakaan dan jatuh di Kampar, Riau, Senin (15/6). Pesawat jet tempur latih itu jatuh sekitar pukul 08.13.

“Pada hari ini, Senin (15/6) pukul 08.13 WIB telah terjadi kecelakaan pesawat tempur jenis Bae Hawk 200 dengan nomor registrasi TT-0209 dengan pilot Lettu Pnb Apriyanto Ismail dari Skadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma TNI Fajar Adriyanto, Senin (15/5).

Bersyukur, pilot yang mengendarai pesawat tempur tersebut berhasil selamat menggunakan ejection seat. Kini sang pilot sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Kolom Komentar


Video

New Normal New Ideas

Minggu, 05 Juli 2020
Video

Bergerak Serentak, Seruan Mahasiswa Batalkan OmnibusLaw

Jumat, 10 Juli 2020
Video

Jasad ABK WNI Ditemukan di Frezeer Kapal China

Jumat, 10 Juli 2020

Artikel Lainnya

Anak Buah Prabowo Pastikan Belum Ada Rencana Pembelian 8 Pesawat Osprey Dari AS
Keamanan

Anak Buah Prabowo Pastikan B..

08 Juli 2020 17:03
Beri Pembekalan Capaja TNI-Polri, Jokowi Bicara Kejahatan Menggunakan Teknologi
Keamanan

Beri Pembekalan Capaja TNI-P..

08 Juli 2020 11:24
Tiga Bulan Tak Diaktifkan, Whatsapp Hapus Nomor Syahganda Nainggolan
Keamanan

Tiga Bulan Tak Diaktifkan, W..

03 Juli 2020 23:31
Update Corona 25 Juni: Kasus Positif Tembus 50 Ribu, Pasien Sembuh Bertambah 791 Orang
Keamanan

Update Corona 25 Juni: Kasus..

25 Juni 2020 16:11
Sersan Mayor Rama Wahyudi, Mekanik Andal Yang Gugur Dalam Misi Perdamaian
Keamanan

Sersan Mayor Rama Wahyudi, M..

24 Juni 2020 22:54
Rumah Kepala Dinas Perhubungan Banda Aceh Dilempar Bom Molotov
Keamanan

Rumah Kepala Dinas Perhubung..

23 Juni 2020 15:06
Boy Rafli Akan Bangun Pusat Pengendalian Krisis, Langsung Di Bawah Kendali Presiden
Keamanan

Boy Rafli Akan Bangun Pusat ..

23 Juni 2020 13:54
Begini Detail Aksi Tentara Indonesia Usir Tank Israel Yang Terobos Pembatas Blue Line Di Lebanon
Keamanan

Begini Detail Aksi Tentara I..

20 Juni 2020 12:05