33 Nelayan WNI Ditahan Di Thailand, Langgar Batas Wilayah Laut

Ilustrasi/Net

Kementerian Luar Negeri RI menyurati Pemerintah Aceh memberitahukan adanya 33 nelayan WNI asal Aceh yang ditangkap oleh otoritas negara Thailand.

Nelayan-nelayan yang berada dalam dua kapal itu diduga melanggar batas wilayah laut dan dikenakan pelanggaran UU perikanan.

Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudri mengatakan, berdasarkan informasi diterima dari Kementerian Luar Negeri RI, setelah penangkapan dilakukan, kedua kapal yang ditumpangi nelayan asal Aceh ditarik ke markas RTN di pangkalan Thap Lamu, Provinsi Phang Ngah. Lokasinya berada sekitar 9 jam perjalanan dari KRI Songkhla.

Nelayan tersebut berasal dari Aceh Timur dan berasal dari Tekong yang sama melakukan pelanggaran pada tahun lalu sebanyak 11 orang. Kemlu dan KRI Songkhla akan terus memantau proses sidik pertama selama 48 hari dan pelimpahan kasus dr polisi ke jaksa.

Hingga kini kasus tersebut masih berada dalam proses sidik di polisi Phang Ngah (Thailand) dan belum dilimpahkan ke Jaksa.

"Masa sidik akan memakan waktu 48 hari dan dapat diperpanjang. Terkait dengan jadwal sidang, Otoritas Thailand akan menginfokan Konsulat Republik Indonesia (KRI) Songkhla 1 minggu sebelum sidang dilakukan," kata Alhudri, dalam keterangannya, Senin (24/2).   

Alhudri menyatakan, KRI Songkhla telah memberangkatkan tim Konsuler ke Phang Nga guna memastikan adanya bantuan kekonsuleran terhadap 33 WNI tersebut pada Kamis, 23 Januari 2020 pagi.

"Tim Konsuler KRI Songkhla telah tiba di pangkalan Royal Thai Navy untuk menyambut ke-33 WNI tersebut bahkan sebelum proses penarikan kapal selesai dilakukan," jelasnya.

Bantuan kekonsuleran dari KRI ini meliputi bimbingan untuk pemahaman proses hukum yang akan dihadapi di Thailand.

KRI juga akan membantu penelusuran dokumen WNI dan mengantisipasi pengambilan data bio metrik untuk keperluan dokumen perjalanan RI bagi WNI yang tidak memiliki paspor.

Pemantauan kondisi kesehatan ke-33 WNI serta memfasilitasi komunikasi dengan keluarga yang bersangkutan di tanah air, juga menjadi bagian dari tugas KRI dalam kasus ini.

"KRI Songkhla telah menginformasikan kepada Gubernur Aceh mengenai perkembangan dan penanganan yang telah dilakukan terkait kasus tersebut," terang Alhudri.

Saat ini ke-33 WNI yang telah ditemui oleh Tim Konsuler dalam kondisi sehat. 30 WNI dewasa tersebut ditempatkan di penjara Phang Nga, sedangkan 3 WNI di bawah umur ditempatkan di rumah penitipan anak di Phuket.

Sebelumnya diberitakan, pada tanggal 21 Januari 2020, Royal Thai Navy (RTN) melakukan penangkapan terhadap 2 kapal berbendera Indonesia, yaitu KM Perkasa dan KM Mahesa yang di dalamnya terdapat 33 WNI.

Dari 33 WNI tersebut, 30 orang dewasa, sedangkan 3 WNI lainnya merupakan anak di bawah umur.

Setelah penangkapan dilakukan, kedua kapal tersebut ditarik ke markas RTN di pangkalan Thap Lamu, provinsi Phang Ngah, sekitar 9 jam perjalanan dari KRI Songkhla.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Di Cileungsi, Mobil Box Parkir Ditabrak Mobil Box

Selasa, 20 April 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Reshuffle Kabinet: Inisial M dan Sowannya Nadiem ke Megawati

Kamis, 22 April 2021

Artikel Lainnya

KSAL: KRI Nanggala 402 Dalam Kondisi Baik Dan Layak Tempur
Keamanan

KSAL: KRI Nanggala 402 Dalam..

22 April 2021 14:21
Pencarian Nanggala 402, TNI AL Dirikan Crisis Center Di Surabaya Dan Banyuwangi
Keamanan

Pencarian Nanggala 402, TNI ..

22 April 2021 13:42
Bersama KSAL, Panglima TNI Tinjau Langsung Pencarian Nanggala-402
Keamanan

Bersama KSAL, Panglima TNI T..

22 April 2021 10:24
19 Orang Jadi Target Pembunuhan KKB, TNI-Polri Langsung Siaga Patroli Di Ilaga
Keamanan

19 Orang Jadi Target Pembunu..

21 April 2021 14:41
Sebagai Prajurit Profesional, Wanita TNI Memiliki Peran Ganda
Keamanan

Sebagai Prajurit Profesional..

21 April 2021 12:37
Telan Anggaran Rp100 Miliar, TNI AD Bangun Penjara Super Canggih
Keamanan

Telan Anggaran Rp100 Miliar,..

20 April 2021 20:59
Prajurit TNI AD Yang Membelot Jadi KKB Bawa Kabur 70 Peluru 5,56 MM
Keamanan

Prajurit TNI AD Yang Membelo..

20 April 2021 20:09
Panglima TNI: Kerjasama Pertahanan Indonesia-Singapura Perlu Tetap Dijaga
Keamanan

Panglima TNI: Kerjasama Pert..

20 April 2021 17:19