Ketua MPR: Perlu Strategi Dan Persiapan Matang Dalam Rencana Pemulangan Anak-anak Simpatisan ISIS

Sabtu, 15 Februari 2020, 07:23 WIB
Laporan: Reni Erina

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo/Net

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo berharap rencana pemulangan anak-anak simpatisan ISIS dapat dipertimbangkan dengan sangat matang.

Kemudian, pria yang akrab disapa Bamsoet itu juga meminta pemerintah menyiapkan program deradikalisasi serta prosedur peraturan yang berlaku dalam pemulangan tersebut.

Dalam hal ini, diperlukan peran dan komitmen  Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk  merehabilitasi anak-anak simpatisan ISIS ini, dengan tujuan menghilangkan pengaruh paham radikalisme.

"Diperlukan strategi serta persiapan secara matang. Mulai dari pihak-pihak yang akan bertanggung jawab dalam pemulangan tersebut, maupun kebutuhan yang diperlukan untuk deradikalisasi bagi anak-anak eks WNI,” terangnya melalui keterangan pers, Jumat (14/2).

Nilai-nilai Pancasila pun harus kembali ditanamkan, menurutnya. Selain mensosialisasikan bahaya paham radikalisme.  

"Mendorong Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk melakukan pengawasan dan rehabilitasi terhadap anak-anak eks WNI yang akan dipulangkan, agar diberikan sosialisasi terhadap bahaya terpapar pengaruh radikalisme dan terorisme, serta menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila dan sikap cinta tanah air," lanjut Bamsoet.

Dalam pernyataannya beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah masih membuka peluang untuk memulangkan anak-anak kombatan ISIS ke tanah air. Khususnya, mereka yang sudah yatim piatu.

Untuk itu Jokowi memerintahkan untuk melakukan verifikasi dan pendataan.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

NOORCA M. MASSARDI: Ketika Harta | Puisi Hari Ini

Senin, 10 Februari 2020
Video

[FULL] | Singgung Film Avengers: Endgame, Pidato Jokowi di Parlemen Australia

Senin, 10 Februari 2020
Video

30 Tahun MURI, Bakti Sosial ke Kampung Sumur

Selasa, 11 Februari 2020