Wamenhan Trenggono Apresiasi Upaya PINDAD Dalam Modernisasi Alutsista Bersama Industri Pertahanan Ukraina

Penandatanganan Kerja Sama Indonesia - Ukraina/Kemenhan

Wakil Menteri Pertahanan RI Sakti Wahyu Trenggono mengapresiasi upaya PT PINDAD dalam memperkuat produksi dan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), serta melakukan kerja sama dengan industri pertahanan Ukraina.

Dengan kerja sama ini, diharapkan artileri pertahanan udara Indonesia dapat lebih maju.

"Saya mengapresiasi langkah yang dilakukan Pindad dengan pelaku usaha dari industri pertahanan di Ukraina ini. Realisasi dari kerja sama ini diharapkan Arhanud kita dapat dilengkapi dengan Fire Control Radar dan Surveillance Radar berkemampuan jarak deteksi hingga 150 km," ujar Trenggorno usai menyaksikan penandatanganan kerja sama Indonesia - Ukraina yang dilakukan oleh Direktur Utama Pindad dengan Director of Department of SPETS, di Kiev, Jumat (7/2).

Trenggono menjelaskan, pengawakan senjata artileri normalnya membutuhkan personil hingga 8 prajurit. Dengan modernisasi tersebut, maka cukup hanya dibutuhkan 1 orang operator saja.

"Karena sistem sudah komputerisasi sangat otomatis melalui sistem yang disebut Air Defence System," kata Trenggono, dalam keterangan resmi yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu pagi (8/2).

Direktur Utama Pindad Abraham Mose menjelaskan, kerjasama dengan SPETS dalam bidang perbaikan sistem senjata pertahanan udara AAG bernama S-60 kaliber 57 mm.
 
"Sistem senjata buatan Uni Soviet tahun 1950-an ini masih banyak digunakan oleh berbagai negara, termasuk salah satunya adalah Indonesia," jelas Abraham Mose.
 
Ada sekitar 236 unit S-60 yang terdiri dari 188 manual unit dan 48 retrofit yang digunakan oleh TNI satuan Arhanud.

Abraham Mose berharap, kerja sama ini dapat mengembangkan kemampuan PT Pindad sebagai produsen untuk melakukan perbaikan dan modernisasi sistem senjata, agar AZP S-60 dapat terus digunakan secara maksimal untuk proteksi wilayah udara Indonesia oleh Arhanud.

"Selain bidang Air Defense, Pindad juga melanjutkan dan melakukan review dari rencana kerja sama terkait BTR-4 yang sebelumnya telah pernah diinisiasi oleh Pindad tahun 2014 melalui perjanjian joint-production di Indonesia," ujar Abraham Mose.
    
Rencana akan ada Joint Production BTR 4  terkait penyediaan Tank Amfibi buat Marinir/ TNI AL.

"Pindad memperoleh benefit terkait Pembuatan Ranpur Amfibi," tambah Abraham.

SFTE Spetstechnoexport (State Foreign Trade Enterprise) adalah perusahaan yang berada di bawah kendali negara. Perusahaan ini bertugas melakukan penjualan ekspor produk dan jasa militer serta dual use ke luar negeri.

SFTE merupakan bagian intergral dari Ukroboronprom, yaitu payung gabugan industri militer di Ukraina (the full Ukrainian defence-industrial complex), dan kedua terbesar dalam trade turnover.

Sebagai organisasi di bawah Ukroboronprom, yang menjadi payung bagi industri militer Ukraina untuk export ke luar negeri, SPETS memiliki akses ke berbagai industri militer dan produk militer di Ukraina, seperti RPG, kendaraan tempur, serta services, seperti perbaikan pertahanan udara, salah satunya adalah Anti-Aircraft Gun (AAG) S-60.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Jokowi: Saya Tidak Tahu Sebabnya Apa, Minggu-minggu Terakhir Ini Masyarakat Khawatir Covid-19

Senin, 03 Agustus 2020
Video

FRONT PAGE | CATATAN KAMI, Dr Ahmad Yani

Jumat, 07 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Antisipasi Teror, Kantor Sekretariat DPC PDIP Kabupaten Bandung Dijaga Ketat
Keamanan

Antisipasi Teror, Kantor Sek..

09 Agustus 2020 04:28
Lebih Dari 800 Ribu Data Nasabah Kredit Plus Bocor Di Forum Internet
Keamanan

Lebih Dari 800 Ribu Data Nas..

05 Agustus 2020 02:58
KSAD Arahkan Perwira Secapa AD Negatif Covid-19 Untuk Donorkan Plasma Darah
Keamanan

KSAD Arahkan Perwira Secapa ..

04 Agustus 2020 23:14
Peretasan Akun Twitter Tokoh Dunia Bisa Bawa Pengaruh Buruk Ekonomi AS, Pelakunya Ternyata Masih Remaja
Keamanan

Peretasan Akun Twitter Tokoh..

01 Agustus 2020 15:25
Kunjungi Markas Marinir, Mahfud MD: Jangan Ada Lagi Kecurigaan Militer Kita Anti Hak Asasi
Keamanan

Kunjungi Markas Marinir, Mah..

30 Juli 2020 09:55
Dihiasi Aksi Kejar-kejaran, Kapal Bakamla RI Tangkap Kapal Ikan Vietnam Di Laut Natuna Utara
Keamanan

Dihiasi Aksi Kejar-kejaran, ..

27 Juli 2020 11:30
Di Tengah Pandemik, Panglima TNI Dan Pangab Singapura Bahas Kerja Sama Militer
Keamanan

Di Tengah Pandemik, Panglima..

23 Juli 2020 12:49
Panglima TNI Terima Laporan Kenaikan Pangkat, 19 Pati AD Dan 3 Pati AL
Keamanan

Panglima TNI Terima Laporan ..

22 Juli 2020 15:42