Sulitnya 'Menyembuhkan' Eks ISIS, BNPT Perlu Bertahun-tahun Untuk Memberikan Pemulihan

ISIS di Sebuah Kamp Pelatihan/Net

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyatakan sulitnya proses pemulihan para WNI eks ISIS yang disebut-sebut minta dipulangkan ke tanah air. Proses pemulihan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pihaknya maupun pemerintah.

Kepala BNPT Suhardi Alius mengisahkan pengalamannya saat BNPT melakukan pemulangan terhadap 18 WNI eks ISIS dari Suriah pada 2017.

Para eks ISIS tersebut tinggal di daerah Raqqa selama hampir dua tahun. Pada saat itu WNI eks ISIS yang pria langsung diproses hukum. Sedangkan sisanya menjalani deradikalisasi.

Dalam rombongan, ada seorang anak yang selama di Suriah telah dibina oleh ISIS dan baru dalam tahap pelatihan. Meskipun baru dalam tahap pelatihan, ternyata bukan perkara mudah untuk melatihnya melupakan didikan ISIS tersebut. Padahal anak itu belum sampai diajarkan sebagai kombatan teroris.

BNPT harus membina anak tersebut, bahkan selama tiga tahun masih terus dilakukan upaya pemulihan.

"Bayangkan susahnya, tingkat kesulitannya untuk mereduksi, menghilangkan traumatis itu," kata Suhardi, saat konferensi pers di Kantor BNPT, Jakarta Pusat, Jumat (7/2).

BNPT juga pernah mengurusi WNI yang hendak pergi ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok ISIS. Namun perjalanannya terhenti di perbatasan Turki. Mereka akhirnya kembali ke tanah air dan dibina di tempat rehabilitasi di kawasan Bambu Apus, Jakarta Timur.

Meskipun belum sampai ke Suriah, mereka telah mendapatkan pembinaan selama satu bulan sebagai ISIS.

"Bayangkan ada tiga generasi berangkat ke sana. Kakek, nenek, bapak, ibu, sampai cucunya berangkat ke sana. Jadi, betul-betul mindset-nya sudah luar biasa ini perubahannya," kata Suhardi.

Suhardi menuturkan, program deradikalisasi melibatkan semua stakeholder karena BNPT tidak bisa melakukannya sendiri.  

"Kami tidak bisa kerja sendiri. Kami juga bergantung sama yang lain. Kami bergantung sama Muhammadiyah, sama NU, sama ormas-ormas termasuk psikolog. Enggak bisa kami tanpa bantuan masyarakat pada umumnya. Termasuk mereka yang akan kami deradikalisasi, " jelasnya.  

Program deradikalisasi juga dilangsungkan bagi mereka-mereka yang berada di dalam tahanan. Pembinaan yang diberikan dibagi-bagi sesuai dengan tingkatan pemahaman radikalnya. Bahkan mereka juga tidak sungkan untuk mengajak WNI eks ISIS yang telah sembuh untuk ikut membantu BNPT.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Jokowi: Saya Tidak Tahu Sebabnya Apa, Minggu-minggu Terakhir Ini Masyarakat Khawatir Covid-19

Senin, 03 Agustus 2020
Video

FRONT PAGE | CATATAN KAMI, Dr Ahmad Yani

Jumat, 07 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Antisipasi Teror, Kantor Sekretariat DPC PDIP Kabupaten Bandung Dijaga Ketat
Keamanan

Antisipasi Teror, Kantor Sek..

09 Agustus 2020 04:28
Lebih Dari 800 Ribu Data Nasabah Kredit Plus Bocor Di Forum Internet
Keamanan

Lebih Dari 800 Ribu Data Nas..

05 Agustus 2020 02:58
KSAD Arahkan Perwira Secapa AD Negatif Covid-19 Untuk Donorkan Plasma Darah
Keamanan

KSAD Arahkan Perwira Secapa ..

04 Agustus 2020 23:14
Peretasan Akun Twitter Tokoh Dunia Bisa Bawa Pengaruh Buruk Ekonomi AS, Pelakunya Ternyata Masih Remaja
Keamanan

Peretasan Akun Twitter Tokoh..

01 Agustus 2020 15:25
Kunjungi Markas Marinir, Mahfud MD: Jangan Ada Lagi Kecurigaan Militer Kita Anti Hak Asasi
Keamanan

Kunjungi Markas Marinir, Mah..

30 Juli 2020 09:55
Dihiasi Aksi Kejar-kejaran, Kapal Bakamla RI Tangkap Kapal Ikan Vietnam Di Laut Natuna Utara
Keamanan

Dihiasi Aksi Kejar-kejaran, ..

27 Juli 2020 11:30
Di Tengah Pandemik, Panglima TNI Dan Pangab Singapura Bahas Kerja Sama Militer
Keamanan

Di Tengah Pandemik, Panglima..

23 Juli 2020 12:49
Panglima TNI Terima Laporan Kenaikan Pangkat, 19 Pati AD Dan 3 Pati AL
Keamanan

Panglima TNI Terima Laporan ..

22 Juli 2020 15:42