Pengamat: Eks ISIS Sudah Tidak Memenuhi Syarat Sebagai Warga Negara, Maka Cabut Saja Paspornya

Ilustrasi Anggota ISIS/Net

Merujuk UUD 1945, warga negara Indonesia dilarang berperang untuk kepentingan negara lain. Dan jika hal itu terjadi, maka WNI tersebut bisa dicabut paspornya, bahkan bisa kehilangan kewarganegaraannya.

Begitu juga dengan kombatan ISIS. Bila mereka terbukti telah berperang untuk negara lain, maka kewarganegaraannya hilang.

Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie mengatakan, pemerintah perlu mengkaji lagi pemulangan  ini dan segera mencabut parpor para warga negara Indonesia (WNI) yang pernah menjadi anggota Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) ini.

"Sebaiknya kalau terbukti mereka ikut perang, ikut bekerja untuk pasukan perang negara lain itu sudah memenuhi syarat dicabut paspornya, jadi saya sarankan cabut dulu paspornya," ujar Jimly lewat keterangannya di Jakarta, Kamis (6/2).

JIka pun kemudian terjadi pemulangan, maka perlu pembinaan dan deradikalisasi terhadap para WNI eks ISIS ini. "Kalau dia ingin kembali lagi ada syarat-syaratnya termasuk test. Jadi bukan cuma selembar kertas aja tapi juga ada test," kata Jimly.

Ferdinand Montororing, Pengamat Hukum Pidana Universitas Mpu Tantular, juga mempunyai pendapat yang sama.  Ferdinand meminta pemerintah tidak gegabah memulangkan eks ISIS asal Indonesia dan keluarganya.

Menurut Ferdinand, combatan ISIS dan keluarganya bukan hanya kehilangan kewarganegaraan Indonesia karena ikut dinas militer negara asing, tetapi mereka juga telah melanggar undang-undang terorisme tahun 2018..

"Harus dicermati  UU Kewarganegaraan 2006 di Pasal 23 ada beberapa alasan mengapa hak kewarganegaraan Indonesia gugur," kata Ferdinand

Konstitusi UUD 45 memberikan perintah kepada negara untuk wajib melindungi warga negaranya di manapun. Namun, menurut Ferdinand,  pemerintah perlu mempertimbangkan bahwa mereka sudah tidak memenuhi syarat sebagai warga negara.

"Demi kepentingan yang lebih besar yaitu keselamatan dan kesejahtraan bangsa maka pemulangan terhadap mereka harus dicegah," ujar Ferdinand.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Jokowi: Saya Tidak Tahu Sebabnya Apa, Minggu-minggu Terakhir Ini Masyarakat Khawatir Covid-19

Senin, 03 Agustus 2020
Video

FRONT PAGE | CATATAN KAMI, Dr Ahmad Yani

Jumat, 07 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Antisipasi Teror, Kantor Sekretariat DPC PDIP Kabupaten Bandung Dijaga Ketat
Keamanan

Antisipasi Teror, Kantor Sek..

09 Agustus 2020 04:28
Lebih Dari 800 Ribu Data Nasabah Kredit Plus Bocor Di Forum Internet
Keamanan

Lebih Dari 800 Ribu Data Nas..

05 Agustus 2020 02:58
KSAD Arahkan Perwira Secapa AD Negatif Covid-19 Untuk Donorkan Plasma Darah
Keamanan

KSAD Arahkan Perwira Secapa ..

04 Agustus 2020 23:14
Peretasan Akun Twitter Tokoh Dunia Bisa Bawa Pengaruh Buruk Ekonomi AS, Pelakunya Ternyata Masih Remaja
Keamanan

Peretasan Akun Twitter Tokoh..

01 Agustus 2020 15:25
Kunjungi Markas Marinir, Mahfud MD: Jangan Ada Lagi Kecurigaan Militer Kita Anti Hak Asasi
Keamanan

Kunjungi Markas Marinir, Mah..

30 Juli 2020 09:55
Dihiasi Aksi Kejar-kejaran, Kapal Bakamla RI Tangkap Kapal Ikan Vietnam Di Laut Natuna Utara
Keamanan

Dihiasi Aksi Kejar-kejaran, ..

27 Juli 2020 11:30
Di Tengah Pandemik, Panglima TNI Dan Pangab Singapura Bahas Kerja Sama Militer
Keamanan

Di Tengah Pandemik, Panglima..

23 Juli 2020 12:49
Panglima TNI Terima Laporan Kenaikan Pangkat, 19 Pati AD Dan 3 Pati AL
Keamanan

Panglima TNI Terima Laporan ..

22 Juli 2020 15:42