Tahun Depan, Kogabwilhan I Berjaga Di Laut Natuna Utara

Pengangkatan Kogabwilhan/Net

Sesuai dengan konstitusi, Indonesia akan bersikap tegas dan tidak akan mundur bila menyangkut persoalan kedaulatan. Hal ini pula yang mendasari Pemerintah Indonesia untuk membuat tiga markas besar TNI di perbatasan utara dan timur.

Tahun depan, Indonesia akan membangun sebuah markas besar Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Namun, tidak diketahui pasti berapa jumlah pasukan yang akan dikerahkan.

"Totalnya ada 40 hektare tengah dipersiapkan untuk membuat markas dan rumah-rumah. Proyek ini akan mulai dilakukan pada tahun depan," ungkap Plt. Gubernur Kepulauan Riau, Isdianto, Selasa (19/10).

Nantinya, Kogabwilhan I akan bertugas untuk mengawasi perbatasan antara Indonesia dan Malaysia serta Singapura, juga untuk melihat perkembangan sengketa Laut China Selatan. Utamanya, sebagai tindakan defensif aktif agar China tidak memperluas klaimnya atas Laut China Selatan.

Selain menempatkan Kogabwilhan, Isdianto juga mengatakan, Indonesia telah menyatakan diri untuk menamai perairan di utara Kepulauan Natuna yang masih menjadi wilayah Indonesia sebagai Laut Natuna Utara dan mendirikan industri maritim di sekitarnya.

"Salah satu tugas dari Kogabwilhan di sini untuk bersinggungan langsung mempertahankan wilayah, sebagai perpanjangan batas laut dengan rantai Kepulauan Natuna," paparnya.

Kogabwilhan merupakan gabungan komando yang terdiri dari TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Darat. Komando ini diresmikan pada 24 September lalu oleh Panglima TNI Hadi Tjahjanto.

Dalam peresmiannya, ada 3 Kogabwilhan. Kogabwilhan I berada di Tanjung Pinang dan dipimpin oleh Laksamana Madya TNI Yudo Margono, Kogabwilhan II berada di Kalimantan Utara yang dipimpin oleh Marsekal Madya TNI Fadjar Prasetyo, dan Kogabwilhan III berada di Papua yang dipimpin oleh Laksamana Muda TNI Dadi Hartanto. 

Kolom Komentar


Video

Viral Tenaga Medis Keluar Dengan APD Lengkap Sambil Teriak "Kami Capek, Kami Capek"

Jumat, 22 Mei 2020
Video

Habib Umar Assegaf dan Satpol PP Asmadi Saling Memaafkan

Sabtu, 23 Mei 2020
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Pesawat Pakistan di Pemukiman Padat Penduduk

Sabtu, 23 Mei 2020

Artikel Lainnya

Selamatkan Jutaan Orang, Tokoh Pemuda Banten Apresiasi Polri Berhasil Ungkap 821 Kilogram Sabu
Keamanan

Selamatkan Jutaan Orang, Tok..

23 Mei 2020 20:24
Anggaran Militer China Naik Besar-besaran, Jepang Pun Ciut Dan Penasaran
Keamanan

Anggaran Militer China Naik ..

23 Mei 2020 13:23
33 Perusahaan China Dimasukkan Dalam Daftar Hitam AS, Termasuk NetPosa
Keamanan

33 Perusahaan China Dimasukk..

23 Mei 2020 12:21
Pandemik Covid-19, Wamenhan: Isu Bidang Pertahanan Tak Hanya Soal Alutsista, Tapi Juga Kesehatan Dan Pangan
Keamanan

Pandemik Covid-19, Wamenhan:..

23 Mei 2020 09:29
Bocornya 2,3 Juta Data, Under The Breach: Peretas Belum Tentu Orang Yang Pertama Kali Mendapatkannya
Keamanan

Bocornya 2,3 Juta Data, Unde..

22 Mei 2020 14:40
Hanya Habiskan Uang Pajak, Kantor Dewan Negara Urusan Taiwan Setuju China Menentang Keras Penjualan Senjata AS
Keamanan

Hanya Habiskan Uang Pajak, K..

22 Mei 2020 13:07
Dilantik Sebagai KSAL, Kapasitas Dan Profesionalitas Laksamana Yudo Margono Sudah Terbukti
Keamanan

Dilantik Sebagai KSAL, Kapas..

21 Mei 2020 14:04
China Luncurkan Gatling Gun Untuk Helikopter Tempur Z-20
Keamanan

China Luncurkan Gatling Gun ..

21 Mei 2020 06:04