Istri Abu Hamzah Lebih Militan

Kamis, 14 Maret 2019, 00:10 WIB | Laporan: Idham Anhari

Brigjen Dedi Prasetyo/Net

Terduga teroris Husain alias Abu Hamzah kalah radikal dari istrinya. Hasil pemeriksaan menyebutkan istri Hamzah lebih kuat terpapar paham radikal.

"Abu Hamzah menyampaikan kepada penyidik Densus, istrinya lebih kuat terpapar paham ISIS-nya. Lebih militan istrinya," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (13/3).

Istri Hamzah meledakkan diri dengan bom lontong rakitan di dalam kamar. Aksi ini dilakukan bersama anaknya yang masih kecil. Aksi meledakkan diri dengan bom lontong di Sibolga dilakukan sekitar pukul 01.20 WIB dini hari.

Polisi dibantu ulama dan tokoh masyarakat lebih dulu melakukan upaya persuasif membujuk istri Hamzah menyerah. Sebelum negosiasi dilakukan Hamzah lebih dulu ditangkap Densus 88. Namun terjadi ledakan bom di halaman rumah Hamzah di Jalan KH Ahmad Dahlan, Gang Sekuntum, Sibolga, saat didatangi tim Densus 88. Namun negosiasi selama 11 jam yang dilakukan tidak membuahkan hasil.

Dedi menjelaskan negosiasi dipimpin langsung oleh Kapolda Sumatera Utara Irjen Agus Andrianto, Bupati serta Dandim melalui pengeras suara di masjid seberang rumah Hamzah. Hasilnya nihil lantaran istri dan anak Abu Hamzah enggan menyerahkan diri.
 
"Istrinya nekat melakukan suicide bombernya itu. Padahal kita sudah meyakinkan di situ ada anak kecil, kasihan, terus kami coba imbau. Dengan tokoh masyarakat juga diimbau terus," demikian kata Dedi.
Editor: Ade Mulyana

Kolom Komentar


loading