Gubernur Papua Minta Pasukan TNI-Polri Ditarik Dari Nduga

Jumat, 21 Desember 2018, 03:45 WIB | Laporan: Sukardjito

Gubernur Papua/Net

. Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta untuk menarik pasukan TNI dan Polri di Kabupaten Nduga menjelang perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Permintaan itu disampaikan Gubernur Papua Lukas Enembe, Kamis (20/12).

"Saya sebagai gubernur Papua meminta kepada Presiden Jokowi untuk menarik semua pasukan yang ada di Nduga, karena masyarakat mau merayakan Natal," ujar Lukas.

Pasukan TNI dan Polri dikonsentrasikan di Nduga karena operasi pengejar terhadap kelompok kriminal sipil bersenjata. Sebelumnya, kelompok melakukan aksi pembunuhan terhadap sejumlah pegawai PT Istaka Karya.

Lukas melanjutkan, pimpinan dan anggota DPRP, MRP, tokoh gereja, adat, aktivis HAM, Pemkab dan masyarakat Nduga juga telah menyetujui permintaan tersebut.

"Masyarakat mau merayakan Natal. Ini momen Natal, tidak boleh ada TNI dan Polri di sana (Nduga)," demikian Lukas. [jto]
Editor: Sukardjito
Tag:

Kolom Komentar